Teori Negara

Teori Negara dapat dikategorikan dengan memadukan dua variable sebagai tolak ukur yaitu:

  1. Variabel waktu perkembangan ilmu politik
  2. Variabel akar ideologis Teori-teori Negara.

Variabel akar idiologi menunjukan pada teori Negara liberal dan teori marzis.

 

Maka dapat mengidentifikasi delapan bentuk Negara yaitu:

  1. Teori Negara Formal

Teori Negara formala adalah teori yang melihat Negara sebagai sebuah lembaga formal dengan sudut pandang normative dan yuridis. Negara dikaji dengan memperhatikan konstitusi dan aturan yang ada didalamnya serta struktur kelembagaan yang terpola secara formal.

Pendeknya Negara dikaji dari sudut Das Sollen, apa yang seharusnya dilakukan oleh Negara dan Das Sein, apa yang dilakukan Negara dalam kenyataannya. Fungsi utama Negara menurut paham ini adalah penjaga tata tertib masyarakat sekaligus menjadi wahana pengimplementasian amanat masyarakat sebagaimana isi kontrak yang telah dibuat oleh masyarakat dan Negara. Teori Negara ini dipandang sebagai bagian dari pendekatan tradisional atau pendekatan kelembagaan atau pendekatan formal dalam ilmu politik.

 

  1. Teori Negara Kapitalis Klasik

Teori ini adalah pertemuan antara pandangan kapitalisme klasik Adam Smith tentang pengaturan masyarakat oleh tangan yang tak nampak (invisible hand) dengan pandangan demokrasi konstitusional tentang Negara penjaga malam (Nactwachtersstaat). Teori ini dipandang sebagai organ kemasyarakatan dengan peran yang kecil.

  1. Teori Negara Marzis Klasik

Teori ini merupakan satu fersi dari Negara dari karl Marx (1818-1883), Dalam teori ini dipandang sebagai badan yang tidak mandiri dan tidak memiliki kepentingan sendiri. Negara hanyalah panitia yang bertugas melayani kepentingan kelas borjuis atau kelas pemilik modal yang merupakan kelas dominan dan berkuasa dalam masyarakat. Negara berfungsi sebagai manajer yang mengelola kepentingan kelas borjuis.

 

  1. Teori Negara Bonapartis

Teori Negara Bonapartis merupakan versi yang lain dari Negara Marx dihasilkan dari studi prancis dibawah pimpinan Louis Bonaparte. Dalam teori ini Negara tidak lagi sekedar menjadi manajer pengolahan kepentingan kaum borjuis tetapi memiliki kemandirian relative yang digunakan untuk mempertahankan system Kapitalisme. Kelangsungan system ini terganggu karena kelas borjuis tidak mau memenuhi keinginan dan tuntutan kelas buruh.

 

  1. Teori Negara Pluralis

Teori Negara pluralis adalah pandangan yang melihat Negara sebagai alat yang netral dari actor-aktor social Politik yang menguasai atau mempengaruhi Negara. Paham ini menekankan dari heterogenitas masyarakat. Masyarakat terdiri dari kelompok kekuatan social politik yang saling berinteraksi. Menurutnya tidak ada satu kelompok yang secara eksklusif mengenian relatifdalikan Negara yang mungkin terjadi adalah adanya kelompok tertentu yang lebih dominan disbanding kelompok lain.

 

  1. Teori Negara Korparatis

Teori ini berbeda dengan teori Negara Pluralis, teori ini mengikutsertakan masyarakat dalam pengambilan kebijakan terutama melalui wakil mereka di lembaga pemerintahan. Teori ini merupakan pertemuan dari kemandirian Negara dimana Negara tidak dikendalikan oleh kepentingan dan golongan dalam masyarakat dengan faktor partisipasi masyarakat. Negara melibatkan masyarakat dalam wujud konsultasi yang dilembagakan sehingga terbentuk suatu kelompok oligarki.

 

  1. Teori Negara Strukturalis

Teori ini memperlihatkan bahwa Negara memiliki kemandirian secara relatif disebut otonomi relatif Negara. Kemandirian Negara muncul sebagai hasil perubahan social dan bukan Negara sendiri membentuknya, tetapi produk konfigurasi structural masyarakatnya.

 

  1. Teori Negara Organis

Teori ini memperlihatkan bahwa Negara memiliki kemandirian yang besar, Negara berperan aktif dalam pengambilan keputusan dan kebijakan secara tidak demokratis konsep dari, oleh dan untuk rakyat tidak dipakai dalam teori ini melainkan yang ada hanya Negara untuk Rakyat. Asumsi “Negara kuat dan berkuasa penuh agar bisa melayani rakyat” akhirnya berubah menjadi totaliterisme yaitu suatu keadaan dimana elit-elit Negara berlomba untuk berkuasa dalam rangka mengejar dan memenuhi kepentingan mereka secara individual.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s