SISTEM ADMINISTRASI NEGARA [SAN]

KONSEP DAN PENGERTIAN SISTEM

Pengertian Sistem

Istilah system dapat diartikan dalam 2 pengertian yaitu :

(1)  sebagai cara atau metoda

(2)  sebagai suatu totalitas susunan atau jaringan

Sebagai cara atau metoda, pengertian tentang system tersebut antara lain adalah :

Kamus Webster (The New Grolier International Dictionary :

  • Setiap metoda yang dirumuskan, teratur, atau khusus, atau bagan prosedur
  • Contoh: Sistem penomoran dalam arsip kepegawaian

John M. Echols dan Hassan Shadely (seperti yang ada dalam Kamus Inggris-Indonesia

Sistem diartikan sebagai cara

Menurut Peter Salim (dalam The Contemporary English-Indonesian Dictionary)

sistem diartkan sebagai cara, metode

Contoh: Sistem baru untuk pendaftaran CPNS

WJS. Poerwadarminta (kamus Umum Bahasa Indonesia)

Sistem adalah  cara atau metode yang teratur melakukan sesuatu

Contoh: Sistem pengajaran bahasa

 

Arti Sistem sebagai TOTALITAS SUSUNAN atau JARINGAN

The New Grolier International Dictionary

sistem adalah gabungan atau kombinasi dari berbagai hal atau bagian yang membentuk satu kesatuan yang kompleks atau utuh.

Contoh : sistem pelayanan berbasis pelanggan

John M. Echols dan Hassan Shadely, mengartikan sistem sebagai :

sistem, susunan ,Contoh : sistem sekolah

jaringan, contoh jaringan jalan

Menurut Peter Salim, sistem  diartikan sebagai:

susunan, Contoh: Kita mempunyai sistem pemerintahan yang demokratis

jaringan, contoh dalam kalimat Sistem syaraf manusia

WJS. Poerwadarminta, sistem diartikan sebagai:

–  Sekelompok bagian-bagian yang bekerja bersama-sama untuk melakukan sesuatu maksud, seperti dalam

contoh sistem urat syaraf

– Sekelompok dari pendapat, peristiwa, kepercayaan dan sebagainya yang disusun  dan diatur baik-baik

Contoh:  Sistem Filsafat

Dari dua pengertian tersebut maka istilah sistem dalam kaitannya dengan Sistem Administrasi Negara adalah dalam pengertian :

Sistem sebagai suatu totalitas susunan atau jaringan

Beberapa definisi sistem yang dimaksud adalah seperti berikut:

Cleland dan King :

Collection of interacting and interdependent parts forming  a unified whole…..(kumpulan  dari berbagai hal yang saling berintarksi, mempengaruhi dan saling tergantung yang membentuk kesatuan yang utuh)

Nilai yang dikandung dalam pengertian sistem menurut Cleland dan King ditunjukkan  dalam dua elemen  tugas manajemen

  • Pertama, bahwa sistem bermaksud untuk mencapai efektivitas menyeluruh dan ,
  • Kedua, bahwa manajemen berlangsung dalam lingkungan organisasional yang dalam hal ini tentu melibatkan banyak persoalan

Konsep sistem disini, mendorong agar pemecahan persoalan/masalah dilakukan dengan mempertimbangkan semua aspek yang melekat dalam realitasnya

Kast and Rosenzweig  :

  • A set interrelated elements…. (seperangkat elemen yang saling terkait)
  • Sistem adalah suatu kesatuan yang utuh, terorganisasi yang terdiri dari dua atau lebih bagian, komponen atau sub system dan dibatasi oleh batas-batas lingkungan supra system yang dapat dikenali

Menurut Kast dan Rosenzweig konsep sistem ini memberi kontribusi pada dua hal :

  • Pertama, bahwa sistem memberikan kerangka konseptual  bagi setiap organisasi dan manajemen dalam berproses termasuk keterkaitannya dengan lingkungan  yang bersifat kompleks dan dinamis
  • Kedua, sistem juga memberikan nilai kemanfaatan  dalam memahami aspek-aspek sinergistik

Dengan demikian Berfikir secara sistem diartikan sebagai berfikir secara menyeluruh, Artinya bahwa hal-hal yang didekati tidak lagi bersifat parsial tidak lagi berawal dari bagian-bagian namun sebaliknya bersifat keseluruhan. Pemikiran sistemik ini penting ketika kita dihadapkan pada realita/kenyataan di masa sekarang. Dimana kehidupan manusia telah berjalan sedemikian kompleksnya, ditandai dengan kebutuhan dan kepentingan manusia yang bergerak sedemikian rupa, perubahan-perubahan yang begitu cepat serta perkembangan teknologi  yang menawarkan berbagai jalan keluar. Apapun bentuk aktivitas yang dilakukan pada masa sekarang ini ada dua hal yang senantiasa mengiringi

yaitu Kompleksitas dan Interdependensi

Bahwa setiap fenomena social selalu menampilkan faktor-faktor yang berbeda, melibatkan lebih dari satu kelompok, organisasi, berbagai opini yang berbeda . dan pemecahan terhadap berbagai fenomena tersebut harus dilakukan dengan mempertimbangkan akibat-akibat terhadap hal-hal lainnya.

Dengan kata lain bahwa kompleksitas fenomena tersebut bisa didekati dengan pemikiran sistemik Dimana pilihan-pilihan pemecahannya diambil dengan mempertimbangkan interelasi, konsekuensi dan dampaknya

Contoh : Mewujudkan Pelayanan Yang Memuaskan Pelanggan  bukanlah hal yang mudah. Pelayanan Yang memuaskan Pelanggan harus memperhatikan misalnya orientasi utamanya kepada pelanggan, ada kemudahan akses terhadap pelayanan bagi semua pelanggan, kebutuhan pelanggan didesain berdasarkan ekspektasi pelanggan, persoalan kualitas menjadi hal yang utama, perubahan perilaku dari administrator, dukungan sikap dan perilaku dari pelanggan yang positif, menuntut adanya pegawai yang bertanggung jawab sesuai spesifikasinya.

Kerangka Dasar Sistem Administrasi Negara

Konsep Sistem Administrasi Negara terdiri dari 2 :

  1. SISTEM
  2. ADMINISTRASI  NEGARA

SISTEM

Merupakan totalitas daripada komponen-komponen yang saling berinteraksi, berinterelasi dan berinterdepensi.

Syarat utama sistem:

  1. Sistem selalu melibatkan komponen
  2. Komponen-komponen tersebut saling Interaksi
  3. Interelasi
  4. Interdepensi
  5. Akan memperlihatkan suatu totalitas

Komponen Sistem

  • Input (Masukan bisa berupa informasi,energi dan bahan-bahan)
  • Conversion (Proses Konversi oleh manusia dan atau mesin-mesin). Adalah proses pengubahan masukan menjadi hasil yang dilakukan oleh manusia atau mesin, atau manusia dengan mesin.
  • Output (Keluaran bisa berupa barang atau jasa yang dapat dikeluarkan, disampaikan dan digunakan oleh lingkungan
  • Feedback (Umpan balik)

komponen bekerjanya sistem adalah seperti berikut :

  • Meskipun sistem terjadi dari komponen tetapi sistem mempunyai perilaku-perilaku tersendiri yang berbeda dari perilaku komponen
  • Suatu sistem dilihat sebagai suatu totalitas atas dasar hubungan komponennya (interaksi, interelasi, interdependensi) bukan atas dasar kuantitas/ penjumlahan komponen-komponennya
  • Hasil bekerjanya komponen suatu sistem akan lebih besar dibanding dengan penjumlahan komponen-komponen sistem

ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI SUATU SISTEM

Dilihat dari Sifatnya  Sistem bisa dibedakan:

  • Abstrak atau konkret
  • Alamiah atau buatan
  •  Tertutup atau terbuka
  • Hidup atau tidak hidup
  • Sederhana  atau kompleks

Sistem Abstrak dan Konkret

Disebut abstrak, karena tidak dapat dikenali wujudnya. Disebut konkret, karena dengan mudah bisa dikenali wujudnya.

Sistem Alamiah dan buatan

Disebut alamiah karena sebuah Sistem muncul dengan sendirinya (secara alami) tanpa campur tangan manusia. Disebut buatan adanya disebabkan ada faktor campur tangan manusia (secara sengaja dibuat manusia/man made system).Dirancang, dilaksanakan dan dikendalikan oleh manusia.

Sistem tertutup dan terbuka

Disebut tertutup, karena sistem tersebut tidak peka terhadap pengaruh lingkungan. Disebut terbuka, karena sistem tersebut peka terhadap pengaruh lingkungan, baik sosial maupun fisik.

Hidup dan tidak hidup

Sistem disebut hidup (living systems) karena  berkembang terus akibat sifat terbukanya. Sistem tidak hidup karena sistem tersebut tidak pernah berkembang.

Sistem kompleks dan sederhana

Disebut sederhana karena sub sistem yang mendukung sistem tidak banyak. Disebut kompleks karena didalamnya terdapat banyak subsistem/komponen, sehingga terjadi hubungan antar sub sistem yang satu dengan yang lainnya. Disamping itu juga sebagai totalitas juga berinteraksi dengan sistem-sistem lainnya.


Administrasi sebagai suatu sistem

Sebagai sistem SAN memiliki sifat-sifat :

  • Abstrak
  • buatan manusia
  • terbuka
  • hidup
  • kompleks

Sebagai sistem ,maka: Administrasi negara terdiri dari berbagai sub sistem antara lain, tugas pokok, fungsi kelembagaan, ketatalaksanaan, kepegawaian, sarana dan pra sarana.

  1. Berinteraksi dengan sistem lain, seperti sistem politik, sistem ekonomi, sistem budaya, sistem agama dsb.
  2. Berinteraksi dengan eko sistem seperti geografi, demografi, kekayaan alam.


Administrasi Negara sebagai sistem terbuka

Berdasarkan interaksi dengan lingkungannya,

Sistem bisa dibagi menjadi 2, yaitu :

SISTEM TERTUTUP

Sistem yang menutup kemungkinan adanya interaksi dengan lingkungan.

SISTEM TERBUKA

Sistem yang membuka kemungkinan adanya interaksi dengan lingkungan.

Karakteristik Sistem Terbuka

  • Mendatangkan energi. Sistem terbuka mengimpor beberapa bentuk energi dari lingkungan
  • Mentransformasikan energi
  • Mengekspor hasil

Sistem terbuka menyampaikan sesuatu hasil kepada lingkungan

  • Memiliki rangkaian peristiwa.

Merupakan sistem yang mempunyai pola kegiatan dan pertukaran energi yang merupakan suatu perputaran

  • Negentropi. Agar tetap hidup maka Sistem terbuka harus bergerak melawan proses entropi /proses menuju kehancuran.
  • Balikan negatif. Sistem terbuka memperoleh informasi tentang kekurangan-kekurangan produk/jasa yang dihasilkan
  • Homeostatis dinamis. Sistem terbuka mempunyai mekanisme dalam dirinya untuk mengatur sedemikian rupa sehingga mencapai keadaan yang mantap yang terus berubah mengikuti perubahan lingkungan
  • Diferensiasi. Sistem cebderung berkembang multiplikasi dan peranan dengan spesialisasi fungsi.
  • Ekuifinalitas
  • Sistem terbuka mempunyai kemmapuan untuk mencapai hasil yang sama dari kondisi-kondisi yang berbeda dengan proses yang berbeda.

Komponen dalam sistem pada kenyataannya merupakan suatu sistem juga.

Misal: Sistem Desa, desa ini terdiri atas:Dukuh-dukuh yang juga merupakan suatu sistem yang mengandung komponen-komponen sistem yaitu dusun-dusun. Dusun-dusun juga merupakan suatu sistem yang mengandung komponen sistem keluarga begitu pula dengan keluarga juga merupakan suatu sistem dst

Dalam Sistem Terbuka, SISTEM dapat eksis jika sistem tersebut bisa mempengaruhi & dipengaruhi lingkungan. Dengan kata lain sistem/organisasi akan eksis jika dapat memenuhi tuntutan lingkungan. Oleh karena itu perlu juga dipelajari tentang lingkungan. Lingkungan dari sistem sebenarnya merupakan sistem juga

Lingkungan:

1. Luar

2. Dalam  IKLIM ORGANISASI (misal: suasana kerja)

Proses bekerjanya sistem dalam pengertian Kazt dan Rosenzweig dimaksudkan bahwa sistem berlangsung dalam organisasi yang melibatkan manajemen, Karenanya sistem harus juga Reaktif dan Antipatif

Ekologi Sistem

Sebagai sebuah ilmu , ekologi merupakan cabang dari biologi yang mempelajari hubungan antara organisme hidup dengan lingkungan dimana organisme tersebut hidup. Studi ekologi pada awalnya memang dilakukan oleh para sarjana biologi dalam menyelidiki hubungan yang bersifat timbal balik antara organisme-organisme hidup dengan lingkungannya. Studi ini diikuti dan dikembangkan untuk melihat ekologi yang ada pada manusia (human ecology).Dimana pada realitanya manusia juga mempunyai hubungan timbal balik dengan lingkungannya. Manusia sebagai organisme hidup adalah makhluk tertinggi yang memiliki cipta, rasa dan karsa. Dengan cipta, rasa dan karsa ini maka sampai pada batas-batas tertentu manusia menguasai dan mempengaruhi lingkungannya

Ekologi Administrasi Negara

Prinsip yang berlaku dalam ekologi dan ekologi manusia tersebut juga diterapkan dalam ilmu Administrasi Negara. Dalam hal ini administrasi negara dianalogkan sebagai sebuah organisme yang mempunyai hubungan pengaruh timbal balik dengan lingkungannya(environment). Pentingnya mempelajari lingkungan dalam ilmu administrasi negara bisa ditelusuri dengan pendekatan:

  1. Teoritis
  2. Praktis

Teoritis

Melalui perkembangan ilmu AN yaitu pada masa diciptakannya Prinsip-Prinsip Administrasi (1927-1937) yang diharapkan berlaku  universal. Namun kenyataannya prinsip tersebut tidak berlaku universal karena ternyata lingkungan juga turut mempengaruhi, sehingga tidak semua prinsip-prinsip bisa diterapkan.

Praktis

Setelah PD II negara-negara  barat memberi bantuan teknis kepada negara-negara yang lemah dengan mengirimkan tenaga-tenaga Administratif untuk memperbaiki pemerintahannya. Teori administratif yang sudah terbukti berhasil baik di negara asal atau barat kemudian dicoba untuk diterapkan di negara-negara berkembang. Tapi hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan. Sehingga disadari bahwa memindahkan begitu saja sistem dan lembaga politik atau administrasi negara dari sebuah lingkungan masyarakat, bangsa dan negara tertentu ke lingkungan masyarakat, bangsa dan negara yang lain bukanlah langkah yang tepat. Teori administrasi negara yang terbukti berhasil baik di negara maju ternyata tidak demikian halnya  di negara-negara miskin dan berkembang. Disimpulkan bahwa lingkungan (Cultural Born) ternyata juga mempengaruhi Administrasi Negara. Hal ini yang kemudian mendorong untuk mempelajari hubungan timbal balik antara sistem dengan lingkungannya

Dilihat dari kerangka dasar sistemnya, maka Administrasi Negara mempunyai lingkungan, masukan-masukan, proses konversi, keluaran dan umpan balik yang saling berhubungan dan berinteraksi. Pertanyaannya adalah hal-hal apa sajakah yang bisa dikelompokkan ke dalam unsur-unsur sistem administrasi negara?

Lingkungan

  • Berfungsi sebagai perangsang bagi para administrator untuk bekerja dan berusaha sekaligus sebagai penerima hasil kerja
  • Merupakan lingkungan hidup administrasi negara yang mempunyai faktor-faktor yang bersifat fisik alamiah dan faktor sosial, ekonomi, politik dan budaya yang menimbulkan masalah yang harus dipecahkan oleh Policy Makers sekaligus membantu mengatasi masalah-masalah tersebut

Dalam lingkungan hidup ini terdapat subyek-subyek yang secara nyata dan langsung memberikan masukan, yaitu :

  1. Penduduk, yang menjadi langganan yang menikmati suatu kebijakan
  2. Pasar yang menentukan harga barang-barang dan jasa yang diperlukan oleh penentu kebijakan
  3. Kelompok-kelompok kepentingan , anggota-angota masyarakat , asosiasi-asosiasi yang secara politis mendukung atau menentang kebijakan

Ini berarti dalam lingkungan sebenarnya terkandung faktor  yang mendukung dan sebaliknya ada faktor yang menentang.

Masukan dalam SAN

Berfungsi sebagai penyampai (transmission) input atas kebijakan-kebijakan yang dikirim lingkungan

Masukan  SAN, dapat berbentuk antara lain :

a. Tuntutan-tuntutan atau keinginan-keinginan

b. Sumber-sumber daya dan dana

c.  Dukungan

d.  Oposisi

Tuntutan-tuntutan atau keinginan-keinginan atas

  1. Pembagian barang-barang dan jasa misal, gaji, upah, bahan makanan, perumahan, pakaian , pendidikan dll.
  2. Pengaturan perilaku, yaitu ketentuan tentang ketertiban umum, pengendalian harga, ketentuan tentang perkawinan, kelahiran, kesehatan dll.
  3. Komunikasi dan informasi , misal pengumuman dan penyampaian tentang ketentuan-ketentuan , pemberitahuan tentang kebijakan pemerintah dll.

Sumber-sumber daya dan dana, meliputi :

  1. tenaga pegawai dengan berbagai keahlian
  2. teknologi
  3. penyediaan kekayaan misal pembayaran pajak
  4. bahan-bahan material

Dukungan

  1. ketaatan terhadap undang-undang dan peraturan pemerintah
  2. perhatian atas pemberitahuan pemerintah,penghormatan atas lambang-lambang.
  3. Pernyataan-pernyataan dan bentuk partisipasi lain.

Oposisi

  1. ketidaksetujuan atau tidak berpartisipasi yang bisa mempengaruhi tingkah laku yang dapat menghambat proses konversi.
  2. Tidak jarang oposisi ini bahkan merubah dan menghentikan sama sekali proses konversi

Dukungan maupun oposisi bukan hanya berasal dari swasta atau masyarakat tetapi juga bisa muncul dari badan pemerintahan (eksekutif,legislatif. yudikatif)

Misal : Dalam bentuk penyampaian keinginan (inisiatif, usul dan saran) dari badan-badan tersebut kepada administrator dalam bentuk UU,PP,instruksi atau pertimbangan. Penyediaan sumber-sumber dan dukungan dalam bentuk anggaran dan kewenangan yang legal untuk bisa memberikan pelayanan (rekomendasi hasil hearing DPR maupun DPRD,masukan dan koreksi dari badan hukum atas keputusan yang dibuat admnistrator)

Proses Konversi

Proses yang menyangkut unit administratif, yang berfungsi sebagai pelaku kegiatan-kegiatan administratif. Berbagai tindakan dan perbuatan mulai dari pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengontrolan dan pengendalian. Dalam proses konversi juga dimungkinkan timbul pertentangan kepentingan  diantaranya kepentingan organisasi satu dengan yang lain, atau pertentangan kepentingan pribadi pejabat dengan organisasi. Munculnya pertentangan ini yang biasanya menimbulkan biaya yang lebih tinggi dari yang seharusnya.

Konversi juga Melibatkan orang-orang (para administrator) yang harus bertindak sesuai :

  • Struktur di setiap tingkat pemerintahan.
  • Prosedur yang telah ditetapkan
  • Keahlian, pengalaman pribadi dan kecenderungan yang dimilikinya.
  • Cara-cara yang telah ditetapkan untuk para administrator dalam melakukan pengawasan terhadap bawahannya(prosedur kontrol).

Keluaran

  1. Barang-barang dan jasa yang dapat dikonsumsi oleh segala lapisan masyarakat
  2. Pengaturan berbagai macam perilaku
  3. Penyampaian informasi

Umpan Balik

  1. Menggambarkan pengaruh dari keluaran terdahulu yang telah dinilai oleh konsumen dari segi kecocokan , kesesuaian dengan keinginan dan harapan untuk dijadikan masukan baru dalam proses konversi berikutnya sehingga menghasilkan keluaran baru yang lebih sesuai dengan keinginan dan harapan .
  2. Keberadaan Umpan balik ini sekaligus membuktikan keberlanjutan interaksi antara para administrator dan sumber-sumber masukan dan konsumen keluaran mereka.

MODEL SISTEM ADMINISTRASI NEGARA

ADMINISTRASI NEGARA didefinisikan sebagai

Keseluruhan penyelenggaraan pemerintahan Negara yang melibatkan segenap aparatur Negara, sumber daya dan sumber dana dalam rangka mencapai tujuan negara dan tujuan pemerintah. Dari definisi ini, maka gejala-gejala administrasi negara dapat kita temui disemua tingkatan dan semua jajaran pemerintahan. Sistem Administrasi Negara pada dasarnya hanya merupakan suatu MODEL

MODEL

Adalah copy yang menggambarkan suatu keadaan atau obyek  yg kompleks dengan penyederhanaan  untuk memudahkan pemahaman keadaan  atau obyek tersebut

MODEL  à merupakan alat ciptaan manusia untuk menganalisis, gejala-gejala (realita) yang sangat kompleks. Sebagai model SAN hanya ada pada pikiran dan tidak melekat pada faktanya sendiri. Dengan model maka gejala-gejala administrasi negara yang kompleks bisa disederhanakan

Keuntungan model dalam SAN

  • Dapat menganalisa gejala yang kompleks.
  • Dapat mengetahui apa yang menjadi komponen SAN.
  • Dapat diketahui bagaimana hubungan antara komponen.
  • Dapat mengetahui yang terjadi jika salah satu komponen tersebut berubah, hilang, diganti.
  • Dapat menganalisa realita tanpa mengganggu proses sistem.

Macam-Macam Model

Menurut teori, model digolongkan :

  1. Model deskriptif, yi sekedar menggambarkan/ melukiskan “apa adanya” dari suatu obyek/sistem
  2. Model explanatory, yi model yg menjelaskan mengapa suatu SAN demikian, faktor atau variabel apa yg menyebabkan

Keperluan analisa matematika, model dikelompokkan :

  1. Model iconis, yi melukiskan dgn gambar/ scr visual aspek2 ttt dr suatu obyek
  2. Model analogis, yi seperangkat sifat2 utk melukiskan bbrp perangkat sifat2 lainnya yg dimiliki o/ obyek atau sistem
  3. Model simbolis, yi mempergunakan simbol utk menunjukkan sifat obyek

MODEL SAN

1.Model lingkungan,masukan,proses konversi, keluaran, umpan balik  (Ira Sharkansky) dapat diamati keseluruhan proses administratif yg menyangkut semua komponen.

2. Model keseimbangan, Yi menjelaskan pengaruh timbal balik antara lingkungan dgn SAN. Model ini menggbrkan faktor ekologis : Dasar2 ekonomi, struktur/susunan sosial, jaringan komunikasi, pola ideologi dan sistem politik.

3.Model Masyarakat prismatic, Yaitu suatu masyarakat yang memiliki ciri-ciri tradisional atau agraria bersamaan dengan ciri-ciri modern atau industria.

 

MODEL SISTEM (Ferrel Heady)

1.  Modified Traditional

2.  Development Oriented

3.  General Theory System Model Building

4.  Middle Range Theory Formulation

 

Modified Traditional

  • model tradisional yang sudah dimodifikasi.
  • SAN yang tradisional hanya melihat atas dasar proses (Planning, Coordinating, Organizing)
  • Tradisional ,memberikan upeti kpd pimpinan, dianggap lbh baik

– dianggap tamasya kekota

–  pameran barang dan makanan, tarian

–  cari jodoh

Raja jg memberi hadiah dan bantuan kpd yg memerlukan

 

Development Oriented

  • Pendekatan yang lebih praktis, melihat perkembangan negara-negara maju dan kemudian diterapkan di negara berkembang.
  • Dalam hal ini Cultural Born sudah turut berpengaruh.

 

General Theory System Model Building

Bahwa SAN mempengaruhi sekaligus dipengaruhi lingkungan.

 

Middle Range Theory Formulation

Model (4) sama dengan model (3), perbedaanya adalah:

  1. Pada Model (3): faktor-faktor yang mempengaruhi mempunyai tingkat yang sama terhadap SAN
  2. Pada Model (4): faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi, pengaruhnya tidak sama, hanya faktor politik yang berpengaruh terhadap SAN. Dengan kata lain faktor politik lebih dekat terhadap SAN. Jika terdapat faktor sosial ekonomi, harus lewat faktor politik.
  3. Model (3) pada akhirnya menunjuk pada Equilibrium (keseimbangan) artinya jika politik berubah maka faktor-faktor yang lain juga turut berubah menuju keseimbangan.

 

General Theory System Model Building, terbagi

  1. BIMODEL AGRARIA – INDUSTRIA
  2. MODEL SALA

 

BIMODEL AGRARIA – INDUSTRIA

  • Sosiolog membagi masyarakat atas : Kelompok masyarakat agraris dan kelompok masyarakat industri
  • Dari pengelompokkan ini maka SAN dalam kelompok masyarakat dibedakan :
  1. SAN pada masyarakat agraris disebut Agraria
  2. SAN pada masyarakat industri disebut industria
  • Adapun dasar pembedaannya ditinjau dari sudut pandang ekonomi, bahwa masyarakat cenderung bergerak dari agraris ke industri dan bukan sebaliknya.

Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kecenderungan terhadap hal-hal berikut :

1. Masyarakat dilihat dari tingkat struktur diferensiasinya

a. Dalam masyarakat agraris satu struktur menjalankan beberapa fungsi (fused society). Fungsi politik, ekonomi, sosial dan lainnya menyatu dalam satu fungsi. Masyarakat tersusun atas dasar hubungan kekeluargaan atau kekerabatan yang dikepalai oleh seorang kepala suku yang mengemban berbagai fungsi.

b. Dalam masyarakat industri satu struktur menjalankan satu fungsi (Diffracted Society) dimana setiap lembaga menjalankan fungsi tertentu yang berbeda.

 

Pola perilaku

  • Pada masyarakat industri sudah sangat jelas, karena sudah ada dan sudah diatur dengan norma (tata nilai) yang universal
  • Pada masyarakat agraris norma perilaku bersifat partikular, sifatnya khusus, lokal, setempat.
  • Dalam arti norma yang dapat diterima oleh satu daerah tetapi belum tentu di daerah lain juga diterima.  Kalaupun ada norma masih berupa konvensi yang tingkat sanksinya ”rendah’.

 

Mobilitas sosial

  • Masyarakat agraris, hidup dalam kelompok kecil yang terikat tempat tinggal tertentu sehingga mobilitas sosialnya rendah.
  • Sementara pada masyarakat industri mobilitas atau perpindahan dari satu tempat ke tempat lain sudah tinggi.
  • Status  seseorang
  • Masyarakat agraris, status seseorang tidak ditentukan oleh kemampuan dirinya tetapi oleh keturunannya atau dibawa sejak lahir. (sebagai Ascribed Status)
  • Sedang pada masyarakat industri, seseorang memperoleh status karena kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya , karena prestasi yang dia raih (Achieved Status)

 

Spesialisasi

  • Tingkat spesialisasi masyarakat agraris rendah. Dimana hampir semua penduduk (mayoritas) adalah petani.
  • Tingkat spesialisasi masyarakat industri tinggi sekali.

 

Keberadaan organisasi

  • Pada masyarakat agraris, tidak dikenal organisasi
  • pada masyarakat industri telah mengenal organisasi bahkan sangat diperlukan sehingga muncul kelompok-kelompok organisasi kecil, kelompok kepentingan,dll.

 

Menurut Riggs, SAN dimanapun adanya selalu berkait dengan pengalokasian dan pendistribusian barang-barang dan jasa.
SAN AGRARIA  mempunyai ciri-ciri :

  1. Sistem ekonominya tertutup dan terbatas, Dalam arti barang diproduksi sendiri dan dikonsumsi sendiri. Keadaan ini memungkinkan munculnya barter.
  2. Sistem yang terbatas menyebabkan segala sesuatu dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dalam arti pemerintah menciptakam rasa aman untuk dirinya sendiri dan masyarakat hanya memperoleh luberannya saja.

Dalam kenyataannya SAN Agraria dibedakan atas 2 sub model yang lebih didasari  atas tingkat kesuburan tanahnya, yaitu:

  1. Inner Teritory
  1. Outer Teritory

Inner Teritory

  • Daerah yang subur
  • Penduduk padat
  • Menjadi pusat pemerintahan
  • Sistem pengairan relatif berkembang. Perkembangan sistem pengairan mengharuskan adanya penambahan aparat pemerintahan . Sehingga dari sini berkembang sub model Imperial Birokratic.

Outer Teritory

  • Daerahnya tidak subur
  • Penduduk miskin
  • Sistem pengairan hanya mengandalkan hujan
  • Oleh karenanya birokrasi tidak berkembang.
  • Muncul sub model feodalistic, dimana pada model ini daerah biasanya dikuasai oleh raja-raja kecil.

 

SAN INDUSTRIA, Ciri-ciri

Sudah dikenal ketergantungan pada pasar. Dalam arti bahwa apa yang diproduksi bukan untuk konsumsi sendiri tetapi juga dilempar ke pasar. Sehingga pengadaan barang lebih banyak dan lebih kompleks sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat industri yang lebih banyak dibanding kebutuhan masyarakat agraris. Keadaan ini menimbulkan   persaingan pasar dan masyarakat dihadapkan pada pilihan.

SAN pada masyarakat industri dibedakan atas dua sub model

1.  Sub model Demokratic, dimana penguasaan pemerintah atas pasar kecil

2. Sub model Totalitarian, penguasaan pemerintah atas pasar besar.

Persoalannya adalah, pada realitanya sulit untuk menemukan suatu masyarakat yang murni agraris atau murni industry. Untuk menengahi keduanya maka Riggs menyebut Masyarakat Prismatik

3 alasan penting mengapa masyarakat prismatik muncul :

  1. Karena dengan menggunakan model agraria dan industria, ciri-ciri yang terdapat pada masyarakat tersebut terlihat kabur.
  2. Model agraria, pada saat sekarang ini sulit bisa ditemukan, karena itu model industri lebih banyak dipakai. Permasalahannya terdapat juga masyarakat yang tidak murni (benar-benar) berada pada bentuk masyarakat industri.
  3. Sudah terlalu banyak kajian tentang masyarakat industri dan jarang sekali yang membahas tentang masyarakat antara (transisi).

Oleh Riggs yang bisa dimasukkan dalam masyarakat transisi adalah negara-negara yang masuk dalam negara sedang berkembang. Selanjutnya model SAN yang ada pada masyarakat prismatik ini disebut sebagai Model Sala

MODEL SALA

Kata Sala lazim digunakan di negara-negara Asia  yang diartikan sebagai suatu kantor/paviliun/ tempat para tamu dipertemukan dalam upacara keagamaan. Oleh Riggs, kata ”Sala” dianggap sebagai tipe ideal dari pola tingkah laku administrasi dalam masyarakat prismatik. Selanjutnya istilah Sala digunakan dalam banyak maksud yaitu sifat yang tidak berbeda bagi rumah atau instansi sebagai tempat kedudukan administrasi dalam suatu masyarakat yang menyatu

Ciri yang dominan muncul dalam SALA

  • Heterogenitas
  • Overlapping
  • Formalisme

Heterogenitas

  1. Pengelompokkan berdsr keluarga tumbuh solidaritas kelp.(etnis,ras,agama)
  2. Menciptakan beberapa kelp, oleh Riggs disebut “poly communal” atau “plural community”
  3. Berdampak pd adms neg. Terjadi diskriminasi yg menguntungkan kelp.nya dan merugikan kelp lain

Overlapping

  1. Tumpang tindih antara kantor dan keluarga, yi pengaruh keluarga mengatasi pelaks fungsi kantor
  2. Hukum/peraturan dilaksanakan secara seenaknya thd keluarga,sebaliknya sekerasnya thd pihak diluar keluarga

Formalisme

  1. Diartikan tingkat ketidaksesuaian antara peraturan dgn realita yg terjadi.
  2. Dalam praktek sering mengikuti norma tradisional.

Pemerintahan oleh rakyat,kedaulatan ditgn rakyat, realitanya rakyat tdk dianggap bukan bertindak melayani masyarakat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s