PERANG DINGIN : Amerika Serikat vs Uni Soviet

Isu Penting di Eropa Pasca PD II

@) Problem Politik

l  Ketakutan Eropa pasca PD II

l  Isu tentang Jerman yang dibawa oleh Uni Soviet (sekutu Barat ketika melawan Nazi)

l  Pembentukan Kominform sebagai koalisi partai komunis dunia

l  Pengambilalihan Praha (25 Februari 1948) à dominasi komunis di Cekoslowakia

l  Blokade Berlin (Juni 1948)

l  Bom atom pertama Uni Soviet diledakkan (September 1949)

l  Suhu politik memanas

l  Menjadi ancaman bagi demokrasi di Barat.

 

@) Problem ekonomi:

–          Pembangunan kembali ekonomi pascaperang

–          Masalah produksi baja : permintaan menurun, harga jatuh, kecenderungan membentuk kartel.

 

Kegagalan the Potsdam Protocol

l  Sekutu (Inggris, AS, Uni Soviet, Prancis) gagal mencapai kesepakatan bersama tentang pembangunan ekonomi Jerman

l  AS mengusulkan (dalam Morgenthau Plan) penghapusan industri berat Jerman dan mengubah Jerman menjadi negara pertanian

Konferensi Potsdam

l  Konferensi Potsdam setuju menyerahkan sebagian Prussia Timur kepada Uni Soviet dan batas barat Polandia

l  Isu lain: keikutsertaan Uni Soviet dalam perang melawan Jepang

 

 

Akhir Perang di Timur Jauh, Awal Perang Dingin

l  8 Agustus 1945 Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang

l  10 Agustus 1945 AS menjatuhkan bom atom di Jepang yang mengakhiri perang di Timur Jauh tanpa intervensi Soviet

l  Soviet terpicu untuk membangun reaktor nuklirnya sendiri

l  Situasi ini mengawali perang dingin diplomasi antara dua negara bekas sekutu tersebut

 

Perang Dingin AS-Uni Soviet

Amerika Serikat :

l  kebebasan hanya dapat dicapai melalui sistem  pemerintahan yang demokratis

l  merangkul negara-negara lain dengan melakukan perdagangan, membantu mereka untuk ‘berdiri di atas kaki sendiri’ dan memberi bantuan kepada mereka.

Truman Doctrine address to US Congress, 12 March 1947

l  At the present moment in world history nearly every nation must choose between alternative ways of life…

l  One way of life is based upon the will of the majority, and it is distinguished by free institutions, representative government, free elections, guarantees of individual liberty, freedom of speech and religion, and freedom from political oppression

l  The second way of life is based upon the will of a minority forciby imposed upon majority. It relies upon terror and oppression, a controlled press and radio, fixed elections, and the suppression of personal freedoms.

l  I believe that it must be the policy of the United States to support free peoples who are resisting attemped subjugation by armed minorities or by outside pressures

l  The free peoples of the world look to us for support in maintaining their freedoms…

Marshall Plan

l  Marshall Plan sebagai bentuk bantuan AS untuk rehabilitasi Eropa. Besarnya 13 milyar dollar AS. “Ini bukan untuk melawan suatu Negara atau doktrin tertentu, melainkan untuk memerangi kelaparan, kemiskinan, keputusasaan, dan kekacauan.” (Pidato Menlu AS George Marshall, 5 Juni 1947).

l  Pembentukan badan pengatur dana Marshall Plan dengan anggota: Aust, Bld, Belg, Luks, Den, Pra, Jerbar, Yun, Islnd, Irl, Ita, Nor, Port, Spa, Swe, Swiss, Turk, Ingg.

The Marshall Plan, speech at Harvard University, 5 June 1947

l  It is logical that the United States should do whatever it is able to do to assist in the return of normal economic health in the world, without which there can be no political stability and no assured peace. Our policy is directed not againts any country or doctrine but againts hunger, poverty, desperation, and chaos. Its purpose should be the revival of a working economy in the world so as to permit the emergence of political and social conditions in which free institutions can exist…

l  It is already evident that, before the United States Government can proceed much further in its efforts to alleviate the situation and help start the European world on its way to recovery, there must be some agreement among countries of Europe as to the requirements of the situation and the part those countries themselves will take in order to give proper effect to whatever action might be undertaken by this Government.

l  It would be neither fitting nor efficacious for this Government to undertake to draw up uniterally a program designed to place Europe on its feet economically. This is the bussines of the Europeans. The initiative, I think, must come from Europe. The role of this country should consist of friendly aid in the drafting of a European program and of later support of such a program so far as it may be practical for us to do so. The program should be a joint one, agreed number, if not all, European nations.

 

Amerika Serikat

l  NATO (1949), bersama Prancis, Inggris, Benelux, Canada, Denmark, Islandia, Italia, Norwegia, Portugal.

l  Dana untuk bidang militer: 14,5 milyar dollar AS. Jumlah personil militer: 1,38 juta org. (bdk: Pra 1,4 milyar dollar AS,  590.000 personil; Ingg 2,3 milyar, 680.000 personil; Ita 0,5 milyar, 230.000 personil.)

Uni Soviet

l  Berambisi untuk mengobarkan api revolusi komunis di sebanyak-banyaknya negara

l  menggunakan kekuatan militer

l  menggunakan kamuflase

l  penggunaan tahapan2 agar rakyat melihat komunis bukan sebagai musuh melainkan “sekutu”

l  penggunaan perencanaan (merebut posisi-posisi penting dalam kabinet)

l  Pembentukan pemerintahan koalisi pro-komunis di Polandia, Hungaria, Rumania, Bulgaria, dan Albania.

l  Pembentukan Cominform, berpusat di Beograd, bertugas mengkoordinir kegiatan partai komunis di seluruh Eropa.

l  Blokade Berlin (1948)

l  Comecom (1949), menciptakan hubungan perdagangan blok dengan negara-negara satelit

l  Pakta Warsawa (1955)

l  Dana militer : 15,5 milyar dollar AS (> dana militer AS) dan 4,3 juta personil.

 

Ancaman bagi Eropa

l  Besarnya pengaruh politik dan ekonomi AS di Eropa Barat dan Uni Soviet di Eropa Timur mengakibatkan posisi negara-negara Eropa sebagai ‘satelit’

l  Meski bantuan AS menolong Eropa, kekhawatiran muncul karena Eropa ikut terancam oleh Uni Soviet

l  Eropa terjepit diantara kedua kutub kekuasaan

 

 

Amerika Serikat

l  Marshall Plan diberikan bukan untuk menyogok bangsa eropa untuk memihak ke AS, Hal ini murni untuk membantu memulihkan keadaan di eropa pasca PD II

l  Keadaan pasca PD II berpengaruh pada aktivitas PBB dimana sebagian besar anggotanya berasal dari Eropa yang sedang sibuk dengan pemulihan negaranya, oleh sebab itu Amerika sebagai negara yang mempunyai ekonomi lebih bersedia membantu sec langsung

l  Ada pernyataan yang menyatakan bahwa anggota PBB boleh membantu negara yang lain dengan atau tanpa melalui PBB

l  Saat Uni Soviet membantu negara Eropa Timur, kami tidak mencampurinya. Namun penolakan Uni Soviet atas bantuan kami untuk negara Eropa tidak berdasar.

l  Perbedaan ideologi yang dianut oleh Eropa timur membuat bantuan kami sulit untuk mereka terima

Uni Soviet

l  PBB sebagai organisasi bangsa-bangsa di dunia ada untuk membantu negara yang membutuhkan. Amerika tidak seharusnya mengambil andil terlalu jauh untuk masalah ini

l  Bantuan kami ke daerah tsb (Yunani, dll) merupakan reaksi atas bantuan Amerika ke negara Eropa barat yang terlihat timpang dibandingkan dengan bantuannya ke negara Eropa bag timur

l  Jika perbedaan ideologi menjadi alasan tidak berjalannya bantuan Amerika di Eropa timur, artinya bantuan tersebut mempunyai maksud tertentu. Selain itu hal ini dipertegas dengan pernyataan amerika yang memaparkan bahwa mereka berhak membantu negara yang mereka inginkan

l  Jika bantuan dari Amerika di berikan melalui PBB maka ketimpangan bantuan tidak akan ada, apakah itu disebabkan oleh perbedaan ideologi, dsb

 

DAMPAK PERANG DINGIN

Dampak Positif

Selama Perang Dingin berlangsung perkembangan IPTEK maju pesat karena kedua Blok ini banyak melakukan pengembangan dan mempunyai hasil yang sangat bagus terutama masalah eksplorasi luar angkasa. Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah “Perang Dingin” sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut.


Dampak positif di tiap bidang :

1. Bidang Ekonomi

Dalam bidang ekonomi ternyata perang dingin juga membawa dampak positif pada perekonomian dunia. Baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja. Hal ini ditandai dengan munculnya negara super power. Dengan adanya negara super power, maka perekonomian dunia banyak dikuasai oleh para pemegang modal. Mereka saling berlomba untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara menginvestasikan modal mereka ke negara-negara berkembang yang upah buruhnya masih relatif rendah. Sehingga keuntungan mereka juga melambung tinggi.
Namun siapa sangka bahwa hal diatas juga berdampak baik bagi negara yang ditempati untuk membuka usaha para pemilik modal. Pertumbuhan ekonomi di negara itu juga akan tumbuh pesat. Jadi keduanya diuntungkan dalam usaha ekonomi ini. Pada saat itu negara pemilik modal yang berlomba-lomba untuk menguasai dunia perekonomian, secara tidak langsung juga membawa unsur politik didalamnya. Sehingga pemilik modal besar mendapatkan keuntungan besar, sementara negara yang modalnya terbatas keuntungannya juga kecil. Karena itu munculah istilah globalisasi ekonomi di masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukanlah beberapa tindakan seperti misalnya menyatukan mata uang. Contoh yang sangat terlihat adalah negara-negara di kawasan eropa yang menyatukan mata uang mereka menjadi euro.
2. Bidang Militer

Karena adanya rasa iri di antara negara- negara yang berseteru, masing-masing negara mulai meningkatkan persenjataannya. Mereka melakukan hal ini agar tidak kalah dengan negara besar. Dengan begitu persaingan senjata semakin maju dan berkembang pesat. Itu semua memacu tiap negara untuk terus mengembangkan pertahanan negaranya masing-masing.
3. Bidang Sosial Budaya.

Menyebarnya isu-isu HAM mulai sedikit demi sedikit mengglobal. Secara langsung adanya undang-undang tentang HAM mulai diakui, karena itu rakyat menyetujui peresmian HAM itu sendiri. Dengan adanya HAM, rakyat semakin percaya akan adanya demokrasi dan tidak ada lagi penindasan bagi kaum lemah.
4. Luar angkasa

Perang dingin ini juga membawa pengaruh besar pada perkembangan keruangangkasaan yang kita miliki. Mungkin jika tidak ada perang dingin, kita tidak akan tahu bagaimana bentuk tata surya kita. Pada saat itu kedua negara yang bersengketa saling berlomba-lomba menunjukkan kepada dunia bahwa negara merekalah yang paling baik dengan menyebarkan doktrin-doktrin yang mereka miliki.
Karena untuk meningkatkan gengsi negara mereka maka mereka sama-sama berlomba untuk meluncurkan roket ke luar angkasa. Hasilnya, kita semua menjadi tahu bahwa sebenarnya kita ada pada tata surya apa, kemudian bagaimana bentuknya. Terlepas dari siapa yang pertama kali mengabarkan berita ini, namun dengan adanya perang dingin ini secara tidak langsung juga berdampak pada perkembangan ilmu pendidikan keruang angkasaan kita.
5. Teknologi

Pada masa perang dingin sains dan teknologi yang terpaut dengan kegiatan militer mendapat sorotan yang lebih dari pemerintah. Pemerintah bersedia mengeluarkan dana yang besar demi kemajuan iptek di negara mereka.
Pada periode ini tumbuh disiplin-disiplin ilmu yang mempelajari dampak sains pada masyarakat. Di negara-negara maju, teknologi di era modern bukan lagi urusan individu atau komunitas berskala kecil. Teknologi modern mempunyai tujuan-tujuan nasional pada wilayah ideologi, militer, ataupun ekonomi dan bentuk kesadaran nasional untuk menggali sumber-sumber alam yang ada. Ini juga bertujuan untuk mewujudkan produksi barang dengan skala yang besar.

Dampak Negatif

Perang Dingin ini juga membawa dampak yang negatif pula, selama Perang Dingin berlangsung masyarakat mengalami ketakutan akan perang nuklir yang lebih dahsyat dari perang dunia kedua. Dampak lainnya adalah terbaginya Jerman menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur yang dipisahkan oleh Tembok Berlin.

Dampak negatif di tiap bidang :
1. Bidang Militer

Dengan adanya senjata nuklir yang dikembangkan secara pesat oleh kedua negara, maka masyarakat dunia mengalami ketakutan yang luar biasa akan adanya kemungkinan perang nuklir yang sebenarnya oleh kedua negara yang bersengketa itu. Saat itu memang sempat beredar rumor bahwa uni soviet sudah meletakkan nuklir-nuklirnya di kuba dan diarahkan ke Amerika. Mendapat ancaman nuklir seperti itu Amerika tidak tinggal diam. Amerika kemudian menandatangani terbentuknya NATO. Ini adalah suatu organisasi pertahanan yang kira-kira menyetujui tentang perjanjian bahwa apabila salah satu negaranya diserang maka dianggap sebagai serangan terhadap NATO. Setelah mengetahui hal ini maka pemerintah Uni Soviet menarik kembali rudal-rudal nuklirnya dari Kuba.

2. Bidang Politik

Dampak dalam bidang politik dapat kita lihat dari dibangunnya tembok berlin di Jerman sebagai batas antara Jerman Barat dan Jerman Timur. Dalam perang dunia kedua negara ini memang sudah terbagi menjadi 2, yaitu Jerman Baran yang beribukota di Bonn dan Jerman Timur yang beribukota di Berlin. Negara ini mengalami perpecahan karena adanya 2 paham yang berbeda berlaku di negara ini, yaitu liberal yang dianut jerman barat dan Komunis yang dianut jerman timut.

Dalam perjalanan pemerintahannya, Jerman barat mengalami perkembangan yang jauh lebih pesat daripada Jerman timur. Oleh sebab itu, banyak orang Jerman timur yang memutuskan untuk hijrah ke Jerman barat. Namun karena saat itu terjadi perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet, Uni soviet merasa tersinggung dengan adanya orang-orang pindah ke Jerman Barat. Kerena itu Uni soviet mendanai dan mendukung untuk membangun sebuah tembok yang berada di kota berlin yang menyebabkan terbelahnya kota itu. Selain itu di tembok ini, uni soviet juga menyiagakan tentaranya agar menembaki orang-orang yang masih berani untuk menyebrang. Kemudian tembok ini sangat dikenal orang sebagai simbol bagi perang dingin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s