KRONOLOGI LAHIRNYA REFORMASI DI INDONESIA

  1. Keberanian tokoh Amien Rais yang membongkar kebobrokan sistem pengolahan PT Freeport Papua atau Irian Jaya yang sangat merugikan Negara. Hal ini telah membuka keberanian anggota masyarakat untuk mengkritik pemerintah yang tidak memihak pada rakyat.
  2. 27 Juli 1996 (Kudatuli). Terjadi peristiwa penyerangan kantor pusat PDI yang masih ditempati PDI Megawati oleh PDI pro Suryadi. Suasana politik semakin memanas. Kritik terhadap pemerintah makin keras karena pemerintah membiarkan tindakan anarkis dan ketidakadilan itu terjadi.
  3. Maret 1998. Terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden RI telah menuai kritikan tajam karena Presiden Soeharto tidak mau mendengar suara rakyat. Pembentukan kabinet yang penuh nuansa kolusi dan nepotisme menuai gelombang protes untuk segera melakukan perubahan dan reformasi terhadap kehidupan politik di Indonesia.
  4. 12 Mei 1998. Terjadi demonstrasi mahasiswa secara besar-besaran di Universitas Trisakti. Demonstrasi berakhir dengan bentrokan antara aparat keamanan dan mahasiswa sehingga empat orang mahasiswa tewas tertembak sebagai pahlawan reformasi. Mereka adalah Elang Mulia, Hari Hartanto, Hendriawan, dan Hafiadin Royan.
  5. 13 Mei 1998. Rakyat meminta agar Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya.
  6. 14 Mei 1998. Terjadi kerusuhan di Jakarta dan Surakarta. Kerusuhan ini membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Pemerintah harus bertanggung jawab dan tuntutan agar Soeharto mundur makin kencang.
  7. 15 Mei 1998. Presiden Soeharto pulang dari mengikuti KTT G-15 di Kairo, Mesir.
  8. 18 Mei 1998. Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ke Senayan untuk  menduduki gedung MPR/DPR dan pada saat itu ketua DPR /MPR mengeluarkan pernyataan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri. Hal ini jelas berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah yang merosot sampai Rp. 15.000 per dollar.
  9. 19 Mei 1998. Di Yogyakarta juga terjadi demonstrasi besar-besaran di Alun-alun utara untuk mendukung gerakan reformasi.
  10. 20 Mei 1998. Presiden Soeharto memanggil tokoh-tokoh terkemuka (kecuali Amien Rais) di istana Negara. Tokoh-tokoh tersebut oleh Presiden Soeharto akan dibentuk Dewan Reformasi yang akan dipimpin oleh Presiden Soeharto. Namun, upaya tersebut gagal karena tokoh-tokoh itu tidak mendukung. Sementara di gedung DPR-MPR mahasiswa terus-menerus mendesak dan dengan tegas menuntut Presiden Soeharto turun dari jabatannya.
  11. 21 Mei 1998. Presiden Soeharto meletakkan jabatannya, bertempat di Istana Negara dan menunjuk B.J. Habibie untuk menggantikannya. Selanjutnya B.J. Habibie dilantik sebagai Presiden RI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s